Christmas Under Pressure in Military

Selamat Natal! Hari besar kita semua yang merayakan. Walau disini suasana begitu mencekam aku begitu bersyukur karena aku, orangtua dan kakak kakak ku masih tetap bersama. Banyak anak anak lain yang kehilangan keluarganya, baik itu ditahan tanpa penyebab sampai meninggal karena serangan militer.

Oh, iya. Beberapa lalu ayahku mendapat pesan singkat di telpon genggamnya. Aku punya gambarnya.

SC20151226-224709.png

Pesan singkat yang dikirim tentara kepada beberapa warga, kami pun lekas membenahi diri dan meninggalkan rumah yang telah kami tempati selama ini. Benar saja tak lama berselang luluh lantah semuanya, kami termasuk beruntung tidak semua hal ini berlaku ke semua warga, kadang mereka menggeledah, menangkap, dan melukai kami.

Di negeri ini, kami tidak memandang perbedaan, kami semua melebur dalam rasa senasib sepenanggungan. Baik muslim dan nasrani saling tolong menolong. Saat mereka dilarang beribadah di mesjid kami beri mereka beribadah di altar gereja, seperti Israel melarang adzan, pendeta dan rohaniawan meminta umat islam untuk mengumandangkan adzan dari menara gereja. Kami memiliki satu tujuan yang sama yaitu wujudnya cita cita kemerdekaan.

Slideshow ini membutuhkan JavaScript.

Aku hanya berharap kepada Tuhan, agar cita citaku menjadi seorang dokter dapat terwujud, teman temanku kembali bersekolah dan bermain bersama. itu saja, Aku yakin Tuhan mendengarnya, mukjizat selalu ada.

Sekali lagi aku ucapkan Selamat Natal! Tuhan Memberkati kita semua!

 

(Ini adalah tulisan tidak sebenarnya, adalah inisiatif penulis. Yang diperoleh dengan mencermati kejadian yang sebenarnya.)

Sumber gambar: Diambil dari berbagai sumber

Iklan

7-12-17

Riverdale Public Library Logo

Lambang yang digunakan dalam kepenulisan NKRS – MDA

Kamis, 7 Desember 2017 bertepatan di tanggal 19 RabiulAwal 1439 Hijriah adalah momen yang sangat istimewa dan bersejarah. Karena disini adalah titik awal peradaban baru dan menulis dan kepenulisan MDA. Juga menandai beberapa peristiwa penting diantara lain:

  1. Meresmikan logo menulis MDA baru yang bekerja sama dengan NKRS
  2. Mendeklarasikan kesepakatan persetujuan kerja sama kepenulisan jangka panjang untuk 1 dekade kedepan
  3. Meresmikan lambang revolusi baru menggantikan lambang revolusi yang lama
  4. Memperingati hari HAM sedunia 10 Desember 2017
  5. Memperingati milad Soe Hok Gie 17 Desember 2017

Kami telah menyepakati perjanjian kerja sama jangka panjang selama kurun waktu 10 tahun, terhitung sejak 23 Agustus 2017 (yang mulai dideklarasikan pada tanggal 7 Desember 2017) hingga awal bulan Januari 2028. Evaluasi akan dilakukan se-intensif mungkin, membangun komunikasi dengan baik, menjalin ukhuwah, silaturahmi, serta dalam berbagai aspek lainnya seperti lintas akademik dan pertukaran ide dan gagasan pendapat. Sehingga dapat dikatakan ini program yang belangsung berlandaskan asas progresifitas, konstruktif, intregritas berkelanjutan.

Dengan memanfaatkan momen ini, diresmikan lambang pengganti Revolusi yang sebelumnya digunakan selama 3 tahun.

Lambang yang sekarang sangat sederhana, perisai dengan empat sisi berarti Catur Yudha Satya Kencana yaitu Kesetiaan, Kepeduliaan, Keberanian, Keterampilan. Bintang tiga yaitu lebih pada nilai nilai Tri Ksatria Dharma seperti semangat Revolusi kekinian, yaitu Perjuangan, Pertahanan, dan Perlawanan. Merujuk pada teknisnya saja, bukan sekedar slogan tapi akan konsisten diterapkan. Ada lambang padi menyilang bermaksud kesentosaan dan kesejahteraan dalam menjalankan Revolusi yang cinta damai. Warna putih bermaksud kesucian dan kecakapan dalam hal Intelektualitas yang berbanding lurus dengan Iman dan Taqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa. Warna merah mendominasi bukan tanda ambisi dan politis praktis karena warnanya ini maroon, lebih softly. Mewakili optimisme, kebersahajaan, dan keterbukaan. Tidak ada pribahasa sansekerta lagi, bukan karena ketinggalan zaman. Cuma kurang relevan. Ini sudah pas. Tidak akan dirubah rubah lagi hingga 10 tahun kedepan dan selamanya. Hidup Revolusi! Revolusi abadi!

-MDA-

Crimson Heights High School

Lambang Revolusi MDA baru menggantikan logo Revolusi lama yang dianggap tidak lagi relevan

Juga memperingati hari hak asasi manusia internasional 10 Desember 2017 penulis akan kirimkan sajak dalam merayakan hari HAM sedunia. Merangkap di tanggal 17 Desember 2017 kita mengenang kelahiran tokoh pergerakan nasional Soe Hok Gie yang akan kita garap dalam sajak. Pun blog ini hadir lebih menarik & kekinian. Tampilan lebih “segar” karena ada salju libur musim dingin di layar portal web sampai dengan 4 Januari 2018. Ini benar benar merubah semuanya.


NKRS

kawasan Ujung Pandang Celebes

7 Desember 2017 – 19 RabiulAwal 1439 Hijriah

12:00 WITA

7-12-17 ^ 19-3-39 H


Akhir

Hampir & nyaris… Mampir & tragis…

KAUM PATAH HATI

Akhirnya aku menemukan orang yang hampir sempurna di dunia, aku melihatnya dengan penuh rasa sayang yang mungkin berlebihan . tapi aku telah terjatuh ke dalam belenggu doa yang selalu menuntut ku untuk selalu dalam keadaan mencintai, sekarang dia mulai pergi perlahan entah apa salah ku padanya, aku emang serba kekurangan aku gak seperti punya dia yang dahulu yang bisa membuat bahagia setiap sdetiknya , aku hanya melakukan tingkah sebodoh mungkin untuk menghiburnya itu hanya membuat dia tertawa beberapa hari saja. Kata kata manis terus ku keluarkan sebisa ku dengan pemikiran yang hampir buntu karna tidak bisa memilikimu, mungkin aku yang terlalu berlebihan menganggap mu sebagai yang lebih, kamu sangat indah sebagai pusat perhatianku yang sementara terpaku kepada anda, tidak lah mungkin aku bisa mendapatkan mu, aku hanya anak sederhana bernama dika yang ingin memiliki dirimu yang sunggur luar biasa . tidak kah kau merasa ? Disini aku hanya membaca…

Lihat pos aslinya 123 kata lagi

MDA: Ngga suka aja sama “singa”, kita cari alternatif lain yang lebih baik!

Semangat Revolusi yang sering digadang gadang sebagai solusi yang sangat progresif menunjukan perubahan yang sangat baik. oleh karenanya semangat pembaharuan ini harus diikuti dengan kerelevanan zamanya. logo singa sudah tidak lagi populer, sudah ketinggalan zaman, kita cari alternatif lain bukannya semua pasti dapat jatah menggantikan dan tergantikan? pun lambang ini sudah digunakan 3 tahun terakhir, akan kita ubah sesuai keperluan, bisa 3 tahun sekali, atau cuma sekali untuk selamanya.

filosofi singa itu terbatas, kewibawaan dan keberanian. udah itu saja. kalau yang lai nseperti burung hantu itu mewakili kecerdasan intelektual dan analitis tajam, beruang yang survive, elang yang gagah, atau mungkin bahkan semut yang pekerja keras. intinya semua binatang punya kelabihan dan kekurangan masing masing, cuma setelah dilihat lihat simbol yang sekaran punya makna terbatas.

untuk sementara tetap pakai yang lama sampai ada gantinya, mulai berita ini diturunkan status lambang tidak diakui dan telah habis masa fungsinya.

(4 Desember 2017)

 

Untitled 2

BULAN BAHASA & SASTRA

“Seorang filsuf Yunani pernah menulis … nasib terbaik adalah tidak dilahirkan, yang kedua dilahirkan tapi mati muda, dan yang tersial adalah umur tua. Rasa-rasanya memang begitu. Bahagialah mereka yang mati muda.” -Soe Hok Gie

Menulis, yang sebagian orang anggap adalah sesuatu yang melelahkan dan membosankan. Tapi ternyata menulis justru sangat menyenangkan! Kita bisa menulis apapun yang kita inginkan dengan memperhatikan kaidah kaidah yang berlaku. Baik dari bentuk, tujuan, fungsi, tujuan semua terbagi dalam substansi masing masing. Artikel misalnya kita menyampaikan suatu informasi apakah dengan bahsa yang formal atau bahasa kekinian agar lebih mudah dipahami dan tidak terkesan kaku.

Seseorang pernah mengajarkan saya bahwa setiap orang punya cara menulisnya masing masing, jadi sangat beruntung orang yang pernah menulis dan mendedikasikan dirinya untuk menulis (SA)

Banyak beranggapan menulis ini hanya untuk jurnalis, seniman, budayawan, sastrawan dan hal hal keestetikaan kejurnalistikan. Kita bisa melihat banyak tokoh tokoh nasional seperti Moh. Yamin seorang politikus dan ahli hukum merangkap penulis, Tan Malaka, Sutan Sjahrir, Abdoel Moeis, Agus Salim, T.Amir Hamzah, Ali Haji bin Raja Haji Ahmad, Ismail Marzuki dan lain sebagainya yang sangat banyak sekali tokoh tokoh pembesar negara yang menyempatkan diri untuk menulis disela kesibukan dan kepentingan sehingga ia terus dikenang melalui karya karyanya.

TERUS BERKARYA TANPA BATAS! TULISLAH APA YANG INGIN KAU TULIS!

15 bulan nge-blog, Penulis: Terima kasih, akan kami tingkatkan!

Sejak Juni 2016 pada dasarnya blog ini dibuat diperuntukan berbagi berbagai informasi yang aktual, dan semangat semangat revolusioner. Saat ini terjadi penyesuaian tepatnya, bukan pergeseran. Aktif mempublish hal hal tentang kesastraan, kebudayaan, dinamika sosial dan sebagainya tanpa mengurangi tujuan awal dibentuk blog ini.

Berdasarkan hasil analisa statistika, tingkat kepuasan pengunjung relatif disambut positif. Tidak ada keluhan berarti, tetap kami mengharapkan kritik dan saran yang progresif dan konstruktif.

“Iya syukur, artinya kan postingan kita ngga ada yang bermasalah. Semua baik baik aja, semua pada koridornya, kalau bahas topik tetap pada konteksnya, sebab itu pengunjung suka. Demi menjaga ketertarikan itu maka saya ucapkan terima kasih akan kami tingkatkan lebih dalam perihal potensial baik dalam berbagi informasi maupun perkembangan dari direksi” – M D A-

Hingga saat ini pengunjung paling banyak berasal dari negara penerbit sendiri hingga 127 viewers, di tempati posisi kedua terbanyak yaitu Amerika Serikat 23 kali kunjungan dan beberapa negara lain seperti Irlandia, Spanyol, dan Uni Eropa masing masing satu kali kunjungan.

“Kita tingkatkan pokoknya, dunia harus tau!” -M D A-