Autobiografi Muhammad Dimas AlFalah

nama saya Muhammad Dimas AlFalah, kelahiran kota Medan, Rabu 17 Februari 1999 atau bertepatan pada 01 Dzulqaidah 1419 Hijriah. Ayah saya tamat pendidikan S1 Sosial-Politik Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara (UMSU) yang kini bekerja sebagai pegawai swasta dan ibu saya tamat pendidikan D3 Akademi Pariwisata Medan yang kini menjadi seorang wirausahawan.

dibesarkan dan lahir dalam keluarga sedrhana dan berkecukupan menuntut saya agar lebih giat dan mandiri terlebih saya baru mendapatkan adik 10 tahun kemudian (pada tahun 2009) dan kini kami 2 bersaudara selisih 1 dekade.lama tinggal di kota Binjai tidak akan memudarkan kota kelahiran saya.

dalam bangku persekolahan,saya mengenyam pendidikan di sekolah negeri dari SD hingga SMA di kota Binjai yaitu SD Negeri 028226 Binjai , SD Negeri 015 Sukmajaya Depok Jawa Barat (pada tahun 2006 1 semester), SMP Negeri 3 Binjai , dan SMA Negeri 6 Binjai.

track record pada pengalaman organisasi semakin menanjak ketika menuju jenjang ke lebih tinggi, sejak SMP mengikuti kegiatan keolahragaan jasmaniah seperti Futsal,Basket,Renang sejak mengenyam di bangku sekolah menengah atas, bergerak dan berorientasi kepada organisasi intelektual dan kreasi, seperti PMR  Wira unit 014 SMA Negeri 6 Binjai dan Sanggar Seni Rumpun Padi. pengalaman berorganisasi inilah yang menuntun dan membawa saya bisa duduk dan menjabat sebagai wakil ketua osis SMA Megeri 6 Binjai periode 2014-2015.

ada banyak sekali pelajaran dan hikmah dari kehidupan yang saya jalani selama ini, susah, senang,sedih, tawa,bahagia, luka semua mengajak saya untuk lebih mengenal siapa pencipta saya dan manusia lainnya. terinspirasi dari menyalurkan obsesi kritis,ada banyak ilmu diluar pendidikan umum yang saya pelajari secara otodidak seperti kajian kristologi,kajian sosiologi budaya,dan banyak hal lainnya.

dari sana pula saya banyak mengenal relasi,tanpa memandang suku dan agamanya pada intinya saya akan melihat dan mencontoh hal yang baik baik dan meninggalkan atas segala hal yang buruk buruk. perlu juga anda pahami konsep manusia tidak ada yang sempurna itu jangan hanya anda lihat pada orang lain,tapi pada diri anda sendiri.

apapun bentuknya,kapanpun waktunya,dimanapun tempatnya,kita tidak akan pernah mengetahui kapan kita dijemput izzrail, terus membenahi diri adala langkah yang tepat dalam hal ini.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s