mengoyak lembar asa yang rapuh!

menghabiskan waktu dihadapan monitor bukan alasan untuk berhenti berekreasi! berinovasi! dan terus berkarya! ada banyak hal fenomena yang tidak semua dapat diceritakan dalam hidup maka dari itu saya pun mencurahkan itu sepenuhnya kedalam puisi.

hingga saat ini puisi saya sudah terkumpul 4 album 81 Puisi, yaitu : 1. Ekspresi Revolusi (22 puisi), 2.Definisi Hati (25 puisi), 3. Demokrasi Psikopat (20 puisi),  dan 4. Darah Rakjat (14 Puisi) dengan rentang pekerjaan April 2015 hingga Februari 2016.

berisikan tema romansa,politik,sosial budaya hingga bercirikan agama melebur dalam puisi yang terilhami oleh Sutardji Calzoum Bachrie ini.  adapun diantaranya puisi yang saya miliki:

!

(Muhammad Dimas AlFalah)

Aku kamu dia

tidak menjadi kita

Kamu dan dia

bersama jadi kalian

Mereka bertanya

kujawab kalian

Kamu dan dia

berbarengan

ikrar cinta

Penuh

dengan

mahdzab

dusta

Aku sepi

kalian

mengukir

Belajarku

Belajar

memahami

Sepi! Sendiri!

Sunyi! Diterkam

pelita mati!

(judul puisi: “!” puisi ke-4 album pertama)

KAMU?!

Muhammad Dimas AlFalah

Apa cinta itu benci! Cinta itu bahagia?

Apa cinta itu tangis!         Cinta itu tertawa?

Apa cinta itu luka!                         Cinta itu bersama?

Apa cinta itu kecewa!                  Cinta itu percaya?

Apa cinta itu marah!                    Cinta itu menjaga?

Itulah cinta yang dzhalim! Itulah cinta yang hakiki?

(judul puisi: “KAMU?!” puisi ke-7 album pertama)

SUKA

Muhammad Dimas AlFalah

Tak kulihat 2 sayap dipunggungmu Dan ku tak melihat kau turun dari nirwana

Berlaksa hasta jauhnya Segarnya semilir cerita yang kau hadirkan

Belum mampu tanganku menggapaimu

Belum sampai asaku meraih dirimu

Belum terbetik sedetikpun

Untuk bersanding indahnya bersamamu

Ingin menari dihamparan rumput hijau

Ingin berjuang ditengah gurun pasir

Ingin rehat dibawah pohon

indah nan sejuk

Nyata tenggelam

dalam samudera

terdalam

Terpasung

dalam

palung

!

(judul puisi: “SUKA” puisi ke-8 album pertama)

yang menarik selain permainan bahasa dan kata, bentuk grafis sangat variatif (Seperti puisi kontemporer)

bila anda perhatikan puisi pertama yang berjudul “!” anda akan akan melihat grafis seperti tanda baca perintah atau tanda seru, secara filosofis puisi menggambarkan ketegasan dalam membina perasaan sebab dibangun bersama dan tidak pernah untuk dihancurkan.

puisi kedua dalam judul “KAMU?!” secara grafis berbentuk jantung yang memiliki arti ketulusan, cara membacanya dari kiri, namun kalimat akan berganti bukan satu baris,tapi hanya pada sampai tanda seru, maka akan dibaca sebagai:Apa cinta itu benci! Apa cinta itu tangis! Apa cinta itu luka! Apa cinta itu kecewa! Apa cinta itu marah! Itulah cinta yang dzhalim!. lalu dibaca kaliamat yang berakhiran tanda tanya. keunikan yang terjadi pada permainan tanda baca, kalimat yang mengemukakan pertanyaan digunakan tanda seru,dan kalimat yang mengemukakan penegasan digunakan tanda tanya. maka akan menghasilkan makna yang berbeda.

puisi ketiga dalam judul “SUKA” secara grafis akan terlihat seperti pasak, yang tumpul keatas dan tajam kebawah, ini menggambarkan sang penulis tengah merasakan sakit dalam hati yang mendalam ketika sudah mengenal seseorang.

 

bagaimana caramu menuangkan ekspresimu?

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s