Akhi saudaraku, bantulah Ukhti yang sedang hijrah dijalan-Nya

“namanya juga cewek,ingin selalu dimengerti,egonya tinggi…”
op berhenti sampai disitu, (memotong pembicaraan karena posisi saya yang tengah duduk disampingnya) kata siapa wanita egonya tinggi? itu sebatas kesubyektifitasan kamu saja
“loh loh,kok malah belain..”
ini bukan masalah bela membela atau jatuh menjatuhkan, ini masalah kebenaran. tak selamanya wanita gila perhatian, bukankah kita pria juga melakukan hal yang sama? kenapa bisa seperti itu? tanpa memandang gender kita adalah manusia, sifat zais naluri manusiawi itu ada. memang benar wanita lebih mengedepankan perasaannya,namun apabila yang terjadi kemudian saling terluka maka keduanya adalah kesalahan karena sama sama memberi harapan dan kepastian bukan? terkadang logika para lelaki mengalahkan perasaan nurani nya?
“kenapa kamu seperti ini? bukankah kau pria sama denganku? kita memiliki ikatan perasaan yang sama?”
Nabi Muhammad melalui mukjizat terbesarnya Al-Qur’an telah memberi petunjuk dan kaidah kaidah bagaimana seorang pria menghadapi wanita,memuliakannya,menghargai keadaannya,menundukan pandangannya ketika berhadapan dengannya.
engkau juga perlu tau sahabatku,beberapa waktu lalu lubuk hati terdalam saya diketuk dan wajah saya ditampar keras. seorang wanita yang tidak perlu saya sebutkan namanya bertanya kepada saya melalui pesan langsung di salah sebuah akun sosial media saya, ia mengatakan “Assalamualaikum akhi,asyif menganggu waktunya saya ingin bertanya kepada akhi sebagai laki laki,apakah wanita hanya diciptakan hanya melayani pria,melahirkan dan mengurus rumah tangga…mohon bantu jawabannya,syukron.” kemudian diikuti pemaparan yang benar benar menyat hati . sepanjang hidup saya baru pertama merenung cukup lama untuk menjawab sebuah pertanyaan. saya pandangi layar monitor laptop saya. saya langsung lihat profil di akun sosial medianya, ternyata dia mengalami poligami,seakan ia tidak menerima dan dunia tidak cukup adil kepadanya. analogi yang berkutat di otak saya begini: “seandainya dia wanita terlahir sebagai pria,maka saya akan menikahi 4 wanita sesuai ajaran agama” hampir saja air mata saya menetes karena tak ada angin tak ada hujan saya dihadapkan pada sebuah kasus yang menggemparkan nurani saya. saya pun menjawab dengan segenap keyakinan, “waalaikumsallam ukhti, afwan sebelumnya saya hanya bisa bantu sesuai kemampuan saya. ini masalah fitrah ukhti, baik wanita dan pria punya status dan peran tanggung jawab masing masing, pernahkah anda mendengar sebuah Al-Hadist Shahih bahwa penghuni neraka kebanyakan wanita? namun disisi lain pernahkah anda mendengar betapa sulitnya pria mendapat pahala dari sang istri? amanah yang Allah berikan itu adil,sebab -Dia maha adil.”
saya bertanya kembali secara sosiologis sebagai bentuk interaksi 2 arah yang komunikatif: “apakah suami anda saat ini mengikuti As-Sunnah yang lain seperti sholat tahajud,sholat duhha,puasa senin kamis dan kegiatan kegiatan lainnya yang dianjurkan agama? apakah sunnahtullah tersebut dikerjakan terus menerus laksana ibadah wajib? jika belum tegurlah dengan baik,tak ada salahnya ingat mengingatkan dalam kebaikan,dan tidak perduli darimana datang nya kebaikan itu” namun sampai saat ini pesan saya belum dibaca,saya mengerti bahwa kondisi dia saat ini sangat sedih dan terpukul.
“Dimas? mengapa kau bisa secerdas itu?”
Allah telah memberikan kita petunjuk,sebagaimana risalah Nabi Adam yang telah durhaka dan diturunkan dari surga,namun ArRahim memberi petunjuk cara dan etika bertaubat Nabi Adam melakukannya sehingga diterimalah taubatnya dan masuklah ia kembali ke surga di hari akhir nanti. andai saja Nabi Adam tidak pernah diturunkan dari surga,kita semua sudah pasti sedang berada disurga saat ini,hehehe (sisip candaan disela pembicaraan)
(masih dalam keadaan terheran heran teman kembali bertanya)
“saya ingin belajar banyak dari kamu Dimas”
Jangan lah kamu mengatakan saya cerdas dan baik, Allah-lah yang telah membuat saya seperti saat ini,maka perlembutlah hatimu dijalan-Nya, wanita adalah mahkluk ciptaan Allah yang mulia, tanpa memandang apapun suku agama dan latar belakang sosialnya,wanita adalah mahkluk istimewa yang diamanahkan oleh Rabb mu kepada pria. kalau kamu emang serius sama dia,jangan jadiin pacar,itu sama aja kamu ngajak maksiat. jumpai orang tuanya lalu pinang dia! inget, Ta’aruf bukan pacaran sebelum menikah ataupun pacaran islamis, Ta’aruf adalah momentum evaluasi diri, mematangkan moril dan kemampuan finansial membina rumah tangga nanti. ada rencana nikah kapan bang? bulan Syawal bagus buat nikah loh. Dimas diundang loh ya!

“iya Dimas, belum tau nih,makasih pencerahannya ya”

~Ferry Akbar Sitepu (bang boy)

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s