DIRGAHAYU BANGSA KU ke-71

sebait puisi kecil untuk negeriku.

hai sriwijaya hai majapahit, meleburlah jadi satu!

nusantara datang tertatih mengabdi bagi pertiwi

banyak rekam jejak peristiwa terjadi

diplomasi dan pertumpahan darah

mortir dan amunisi saling serang

berguguran bunga bangsa

di medan pertempuran

mengahdapi pahlawan dengan gagah dengan tegar

membusungkan dada kedepan dihadapan kaum penjajajah

tapi hei tapi

masihkah itu kita lakukan saat ini?

masihkah? kapan itu? aku tak pernah tau? kenapa kau tak ceritakan kepadaku?

atau memang benar tak pernah terjadi?

praktik KKN korupsi narkoba pergaulan bebas inikah karakter bangsa?

inikah budaya luhur? inikah citra khas bangsa timur?

inikah cekokan si globalisasi modernisasi dan westernisasi itu?

mana? mana pikiranmu! tegakan kembali bambu tuncing itu, kau asah hingga tajam!

bukan menusuk tubuh lawan,tapi mengoyak lubuk lawan!

busungkan kembali dadamu, tatap dengan tegas para perampok dan berandalan itu!

bangsa ini milik kita yang sejati, yang pancasilais,yang cinta tanah air,

bukan mereka yang obral janji

mari mari semua! hei semua dengar seruanku!

mari, mari kita semua melangkah kedepan menggebrak!

tetap kau pegang bambu runcing itu di tangan kananmu untuk berjaga

sekarang mari kita tunjukan, bangsa ini bangsa yang luar biasa!

 

(Muhammad Dimas AlFalah : “Bangsaku”)

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s