KLARISIFIKASI KONTRADIKSI PUISI dan CERPEN MUHAMMAD DIMAS ALFALAH

Penulis sudah berkordinasi sebab adanya beberapa pertayaan dari pembaca:

  1. Puisi yang berjudul “Engkau Aku dan Kisah” puisi ke-7 album ke-5 Khazanah Cinta, apakah mengutip ayat AlKitab (Injil) ? sebab ada bait yang berbunyi:

” Tuhan, Tuhan Tuhan mengapa kau tinggalkan aku?” kalimat ini menyerupai Injil Matius Pasal 27 ayat 46, yang berbunyi:

“Kira-kira jam tiga berserulah Yesus dengan suara nyaring: “Eli, Eli, lama sabakhtani?” Artinya: Allah-Ku, Allah-Ku, mengapa Engkau meninggalkan Aku ?

JAWABAN:

Tentu tidak, penulis tidak pernah mengutip ayat dan kitab suci agama manapun. sekali lagi ditegaskan jika ada kesamaan adalah suatu kebetulan bukan adanya kesengajaan. lagipula syair dalam puisi yang dimaksud dengan ayat kitab suci AlKitab yang dimaksud memang sekilas meneyerupai tapi tidaklah sama.

 

2.Mengapa banyak judul judul dan bait bait puisi yang terkesan vulgar?

JAWABAN:

Perlu diketahui pembaca, penulis menciptakan puisi kontemporer yang tidak terikat oleh kaidah kaidah tertentu. dan penulis hampir 95% puisinya bersifat Konotatif artinya bukan makna yang sebenarnya. Benda atau Orang atau mungkin kata sifat merupakan sebagai kata ganti, kata kiasan, kata perwakilan yang bukan arti yang sebenarnya. dan biasanya judul dan isi puisi itu berbanding terbalik. judul puisi bukan menggambarkan isi puisi sepenuhnya.

 

3. Ada kesamaan nama dan peristiwa dalam cerpen, apakah ini adalah kesengajaan penulis?

JAWABAN:

Tentu tidak, penulis seutuhnya berinspirasi sendiri tanpa motivasi manapun. jika ada kesamaan tokoh,tempat, dan peristiwa bukanlah suatu kesengajaan yang kemungkinan besar adalah suatu kebetulan semata.

 

4. Cerpen yang berjudul: “Cintaku Tertinggal di Sarajevo” terinspirasi dari film: “My Heart Leave in Lebanon” ? apakah benar demikian?

JAWABAN:

Penulis tidak benar benar mengetahui sebelumnya bahwa ada kemiripan diantara dua judul tersebut, seolah olah penulis termotivasi dan terinspirasi dari film “My Heart Leave In Lebanon” padahal murni dan mutlak “Cintaku Tertinggal di Sarajevo” merupakan hasil inspirasi dari buah pikir dari penulis. karena ada kemiripan bahasa, kesamaan makna, namun perlu ditegaskan tidak ada penjiplakan atau mengikuti sesuatu.

 

5. Puisi puisi tersebut adalah motivasi dari penulis puisi lainnya?

JAWABAN:

Tidak sepenuhnya benar dan tidak sepenuhnya salah, saya terobsesi dengan puisi kontemporer Sutardji Calzoum Bachri namun saya membawakan puisi kontemporer dengan cara karakter dan pribadi saya sendiri. adapun isi dari puisi merupakan representasi dari pengalaman hidup penulis sendiri, bukan atas upaya penjiplakan dari suatu karya yang telah ada.

 

Demikian klarisifikasi dari penulis, kami menerima segala sanggahan, kritik dan saran melalui kolom komentar maupun dengan mengirimi e-mail: alfalahdimas@gmail.com

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s